mengimbuh. merasuk dengan bersimpuh. luluh..
April 30th, 2008 by tituimengimbuh.
bertanya dengan kata seru yang berpeluh.
merasuk dengan bersimpuh.
dan terhujam dengan dentingan peluru berharap
luluh..
saur sepuh.
mengimbuh.
bertanya dengan kata seru yang berpeluh.
merasuk dengan bersimpuh.
dan terhujam dengan dentingan peluru berharap
luluh..
saur sepuh.
Yakin karya tulismu sudah sempurna?
Tidak dipungkiri, banyak orang merasa kesulitan dalam mengembangkan karya tulis. Mengapa? Bahasa menjadi salah satu kendalanya. Walaupun bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa sehari-hari, namun tetap saja ketika menuliskannya menjadi terasa kaku dan menjengkelkan. Apalagi jika harus berhadapan dengan tata bahasa yang baku.
Sedang mengerjakan skripsi atau tesis? Tentu Anda mengerti betapa pentingnya "kesempurnaan" karya tulis Anda tersebut agar mendapat nilai yang sama sempurnanya… Lalu, jika kendala di atas sudah menghantui, bagaimana solusinya?
Kami dapat membantu keluhan Anda tersebut dengan metode RAPiD, yaitu:
Riset
atau Research
Analisa
atau Analyze
Pindai
atau Scan
Desain
atau Design
yang membuat karya tulis Anda akan menjadi "berbeda"!
Tidak sekedar menyunting, kami juga akan mempelajari karya tulis Anda, serta mendesainnya agar menjadi "layak baca"… Pasti Anda setuju bahwa kelak, skripsi atau tesis Anda tidak hanya akan menjadi milik Anda, namun juga "milik" adik-adik kelas Anda yang membutuhkan contoh akhir sebuah karya tulis yang baik. Jadi, sudah saatnya menjadikan karya tulis Anda menjadi lebih bersahabat: enak dibaca dan perlu!
Apa saja yang akan kami lakukan? Apa RAPiD itu?
RAPiD adalah sebuah metode penyuntingan yang sangat lengkap, karena mencakup keseluruhan aspek karya tulis. Lebih lengkapnya sebagai berikut;
Riset
Apa konsep dan tema karya tulis Anda?
Apa yang sebenarnya Anda inginkan?
Lebih jauh lagi, tugas macam apakah yang Anda hadapi?
Biarkan kami mengenal Anda lebih dekat agar hasil yang Anda
terima nantinya
benar-benar berkarakter “Anda”!
Analisa
Pengenalan umum terhadap karya tulis dengan teknik membaca cepat. Perbaikan
tahap awal mencakup hal-hal dasar seperti penggunaan kata dalam bahasa, pias,
pendahuluan, daftar isi, catatan kaki, hingga daftar
pustaka.
Pindai
Karya tulis akan dibedah lebih mendalam.
Memindai dengan teliti setiap kata, ejaan, spasi, pias, takuk, tanda baca,
kalimat, huruf kapital, hingga cetak miring dan tebal.
Tidak hanya itu, kesesuaian kata antarkalimat agar karya tulis Anda lebih
enak dibaca juga akan menjadi perhatian kami.
Pada tahap akhir, karya tulis akan sekali lagi dianalisa untuk memastikan
bahwa semuanya telah tersunting
dengan sempurna.
Desain
Sentuhan akhir untuk karya tulis Anda.
Rancang bangun karya tulis akan didesain semenarik mungkin agar tidak
menjenuhkan. Punya berkas slide untuk
presentasi digital? Biarkan kami menyunting serta menata ulangnya untuk Anda
secara cuma-cuma.
Lalu, segera setelah semuanya selesai, Anda siap untuk presentasi!
Begitulah, semua begitu mudah layaknya Anda menjalankan program antivirus di komputer Anda… Kerjakan tugas lain yang masih menumpuk sambil menunggu berkas-berkas Anda kembali dan - siap untuk Anda cetak!
Berapa yang harus Anda keluarkan?
Kami mengerti, Anda telah banyak mengeluarkan biaya untuk mengerjakan tugas
Anda ini.
Jadi, tak perlu khawatir kami akan memaksa Anda merogoh kantong lebih dalam
lagi… Dapatkan diskon 50% untuk penyuntingan hingga akhir semester genap 2008!
Namun jangan lupa, kami juga mempunyai ’sesuatu’ di bawah ini..:
Syarat & Ketentuan:
-
Karya tulis menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar.
- Catatan kaki & nomor halaman menggunakan pengaturan standar dari sistem Office Anda. Microsoft
Office 2003 adalah peranti lunak yang dianjurkan.
-
Berkas yang Anda serahkan berupa media cakram
padat tulis ulang (CD/DVD RW) atau diska bisa lepas (removable drive/flash disk).
- Kami
memberikan jaminan terhadap kerahasiaan
isi & materi karya tulis Anda.
- Kami
akan mengembalikan berkas-berkas Anda dalam media yang bebas virus.
-
Harga di atas dalam satuan ribu rupiah tiap halaman, dan dapat berubah sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan.
-
Estimasi waktu di atas dihitung dalam satuan hari, dan tergantung dari kompleksibilitas dokumen.
- RAPiDexpress memungkinkan pengerjaan lebih cepat untuk keperluan deadline. Biaya yang berlaku adalah 1.5x dari harga di atas.
-
Pembayaran ditransfer ke Bank Muamalat No. Rekening 9000027777 a.n. Rateka Winner Lee (bisa lewat ATM BERSAMA atau Kantor Pos).
Bukti
transfer digunakan untuk pengambilan berkas. Penyerahan dan pengembalian
berkas dilakukan secara langsung
dengan perjanjian.
- Keluhan
atas kesalahan yang timbul karena keterbatasan kami akan kami layani dalam
waktu 7 (tujuh) hari semenjak berkas
dikembalikan.
Anda bisa menghubungi kami via pesan atau testimoni profil Friendster ini.
atau,
surat elektronik & messenger
titui_Lee@yahoo.com
telepon
93345569
pesan singkat
085695392345
Jadi, sudah siap untuk presentasi?
iya, baru akhir2 ini saya mematikan TV di tengah pertandingan timnas.. padahal biasanya pertandingan2 timnas-lah yang paling saya tunggu.. sekedar catatan, saya hanya menyaksikan Liga Indonesia Djarum* dan Copa Indonesia Dji Sam Soe**.. saya tidak mengerti EPL, MLS, Liga Italia, Spanyol, Belanda.. dan dari dulu juga saya ‘mempromosikan’ sepak bola lokal ke teman2, saudara, siapa saja.. tapi lama2 kok yah, malu sendiri gitu! termasuk di Piala Asia, penampilan timnas sebenarnya tak ada perubahan! jika 9 dari 11 orang bilang bahwa penampilan mereka di AFC AC 2007 kemarin membanggakan - sebut saja begitu, saya-lah yang termasuk ke dalam kelompok yang mengatakan, TIDAK! saya juga tidak tahu mengapa mereka bisa menang lawan Bahrain? ya sih, waktu menonton secara langsung hal tersebut (permainan yang ‘payah’-pen.) tidak terlihat.. tapi waktu melihat siaran ulangnya.., duh!
timnas kita - lagi-lagi - masih, ampun deh, memainkan bola-bola atas yang sama sekali tidak efektif.. jika saya analisa sedikit, hal ini disebabkan oleh faktor mental yang sejak kecil terbentuk. coba kita ingat-ingat dulu ketika main bola di sekolah bersama teman2, atau di lingkungan rumah, sering ‘kan kita diminta - atau bahkan meminta - teman kita untuk membuang bola ketika tim kita ditekan? apalagi jika terjadi kemelut di depan gawang.. malah, jika kita memainkan bola (dalam artian mengutak-atik untuk menggiringnya keluar dari kemelut, misalnya), kita akan diteriaki karena hal itu - menurut mereka - sangat berbahaya. duh!
kedua, jika sudah tertinggal, kita juga terbentuk sejak kecil presepsi, "Lanjutkan permainan, yang penting tidak kebobolan lebih banyak".. jadilah, kita bermain asal, membuang-buang bola: keluar, ke tengah, ke depan, bahkan ke belakang gawang. lalu, ketika ada kesempatan menyerang dan menembak, kita akan memberikannya ke teman kita - tanpa peduli posisi atau peluangnya - untuk menembak, agar jika tidak terjadi gol, kita tidak ‘disalahkan’..
maaf jika apa yang saya analogikan di atas tidak terjadi pada teman2 yang lain.. saya hanya mencoba menganalisa penyebab ini semua, dan yang saya temukan begitulah adanya.. mental ini sudah terlanjur begitu, dan mengubahnya - sungguh - bukan perkara mudah. sepak bola melibatkan banyak orang, dan jika mengubah satu kepala saja sudah sulit, tentu saja tak heran jika program dari pelatih manapun akan mandeg begitu saja..
terakhir, infrastruktur olahraga kita sangat payah.. kita terlahir memang hanya ’semangat membuat’ (stadion bagus, besar, megah, walau hal itu pun juga jarang) namun tanpa mau merawat. lapangan pun jelek, stadion apalagi. kalah, dirusak.. rusuh..
tambahan, tolonglah ubah budaya kita.. saya ‘begah’ dengan serbuan asap rokok ketika menonton di stadion. ini juga masalah ‘didikan sejak kecil’, di mana asap rokok seolah-olah sudah merupakan sesuatu yang ‘biasa’ (baca: bagian dari udara bebas). kacaulah! mana bisa kita nyaman menonton di stadion? kalau sudah begitu, dari mana panpel mendapat pemasukan? itu baru dari segi ekonomi, dari segi kesehatan? belum lagi masyarakat kita juga (sangat-sangat) terbiasa membuang sampah begitu saja. duh, masalahnya jadi begitu kompleks jika dituangkan semua di sini. namun, cobalah kita berpikr sejenak bahwa, dari hal2 sekecil dan sesepele ini, hal2 besar bisa terjadi..
semoga, dengan mental yang membaik, prestasi apapun di negeri ini juga ikut membaik.. setuju dengan saya?
Ket.:
*) Karena yang berubah itu sponsor utamanya - dan bukan liganya - bukankah lebih baik ditulis ‘Liga Indonesia (Sponsor)’? jadi, bukan ‘Liga Dunhill’ namun ‘Liga Indonesia Dunhill’; ‘Liga Djarum Indonesia (LDI)’ melainkan ‘Liga Indonesia Djarum (LID)’. penamaan liga sudah benar ketika bank mandiri menjadi sponsor, ‘Liga Indonesia Bank Mandiri (LIBM)’.
**) Sama seperti poin di atas. Namun nampaknya hal ini sudah diperbaiki oleh pihak Dji Sam Soe musim ini di mana mereka memberi nama dari ‘Copa Dji Sam Soe Indonesia’ menjadi ‘Copa Indonesia’ saja musim ini.
Catatan:
artikel ini saya ambil dari postingan saya di situs pssi-football.com
Kemarin (1/9) saya ikut dalam kompetisi futsal, bergabung dengan tim "Aspal" setelah diyakinkan oleh JM (aka Johanes Amando) karena ia mengetahui posisi yang biasa saya mainkan adalah sebagai penjaga gawang. Kompetisi "pelit" ini dimainkan di dalam lapangan berumput sintetis yang mengagumkan - dengan tata cahaya seadanya dan ukuran bukan standar berlokasi di pusat perbelanjaan yang harus mengadakan kompetisi seperti ini agar tempatnya sedikit lebih banyak didatangi pengunjung - menawarkan hadiah ’sebesar’ tigasetengahjuta rupiah per tim-nya dengan biaya pendaftaran duaratusriburupiah yang membuat sakit kantong. Lebih mengagumkan lagi karena pertandingan dipimpin oleh wasit yang sangat berpengalaman, terutama dalam membuat keputusan cepat & akurat yang terlambat.
Diawali beberapa minggu lalu ketika JM menawari saya ikut serta dalam kompetisi lain dan saya - yang telah berusaha meyakinkannya bahwa saya hanya akan memberi 2 pilihan: membuat gawangnya lebih banyak kejebolan atau mendapat lebih sedikit kesempatan menang - akhirnya menyetujuinya. Kompetisi itu telah menutup kesempatan pendaftarannya ketika JM dan teman se-tim-nya tiba di sana beberapa jam setelahnya.
Kemarin saya hanya berlatih beberapa jam saja di lapangan basket kompleks Villa Permata, Karawaci, beserta JM dan dua orang anggota tim lainnya. Sedikit lucu memang, karena persiapan ‘Sistim Kebut Sesaat’ ini juga sering dilakukan oleh tim-tim olahraga kita, terutama tim nasional sepakbola tentu. JM bertindak sebagai pelatih kepala saat latihan ini karena ia juga masuk dalam klub futsal profesional. Berangkat dengan berkuda yang dikusiri oleh Ydz-Q (aka Gurisa Yudhistira), kami tiba di sana dalam kondisi segar.
Hal yang membuat saya paling lelah adalah mengambil bola di belakang gawang yang sedikit menanjak berulang kali - karena saya tidak telaten menangkap dan/atau menghalaunya. Tapi itu bagus, menurut saya, karena melatih otot kaki agar nanti dapat bekerja maksimal - dan sekalian pemanasan. Saat pulang kami berjalan kaki dan sampai di Sari Bumi - rumah JM dan dua orang lainnya tersebut - dengan (sangat) kelelahan. JM masih ditambah pusing dengan belum adanya kostum - yang akhirnya ia dapatkan dari ayahnya - sedangkan saya, sejak latihan, terus saja mengajak bercanda. Tidak selalu bisa membuat tertawa, memang.
Kompetisi diadakan di Mal d’Best Cikokol, Tangerang. Kami ke sana mengendarai motor dan harus mengelilingi 3/4 bangunan hanya untuk mencapai tempat parkir. Tiba di sana, saya langsung menangkap - lewat kuping saya - suara yang sudah sangat saya kenal dan saya cari-cari selama ini; mesin Dance Dance Revolution (DDR) 3rd Mix yang beredar sejak saya duduk di bangku sekolah menengah pertama - alasan yang cukup masuk akal yang menjadikan mesin ini begitu sulit ditemukan di Tangerang, apalagi Jakarta. Mesin ini cukup memotivasi saya yang langsung bertekad untuk memainkannya selesai bertanding.
Yeah, langsung saja, pertandingan dimulai. Saya sungguh tak tahu aturan, mengambil bola di luar daerah yang diizinkan. Gol pertama tercipta - tentu masuk ke gawang saya - setelah pertandingan berjalan kurang lebih dua menit, dan setelah itu semuanya terlihat lebih mudah - bagi tim lawan - untuk kembali memasukkan bola; lagi, dan lagi.. Babak pertama (15 menit) berakhir dengan kedudukan 0-6!
Jujur saja, seharusnya saya main tanpa beban. Namun ketidakbecusan saya menjadi kiper di dalam tim yang sangat menginginkan kemenangan-lah yang membuat saya merasa tidak enak hati. Saya bermain maju terlalu ke depan dan (kadang) melakukan penyelamatan (gemilang) dengan mem-blok gocekan lawan yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan saya, namun kesalahan-kesalahan elementer membuat saya memungut bola sangat sering.
Di babak kedua permainan membaik ketika pemain pengganti - yang baru saja pulang sekolah - datang. Namun tidak untuk saya. Skor akhir adalah 2-11 namun itu tidak cukup untuk membuat saya tidak ber-’style’ mengikuti irama lagu R&B yang dipasang panitia sebagai suara latar.Itu saya lakukan sebagai pengganti teriakan, "Hey.., I’m OK! Jebol saja gawang saya dan saya akan (tetap) baik-baik saja!" dan tentu saja juga untuk tetap menjaga mental saya yang langsung turun sejak beberapa saat pertandingan belum dimulai.
Lupakan kekalah telak karena saya harus segera turun 2 lantai ke bawah untuk menjumpai teman lama saya. Amazone-lah yang telah berbaik hati menemukan kami. Dengan 1,250 per-koin-nya, 10,000 langsung saya belanjakan dan saya segera memainkan lagu-lagu favorit saya: Butterfly, Afronova, Boom-boom Dollar, Paranoia 190, Turn Me On, dan beberapa lainnya dengan berbagai gaya yang telah lama tidak bisa saya lakukan lagi. Cukup menarik perhatian pengunjung lainnya namun hanya sedikit - berbanding lurus dengan total pengunjung mal ini. Lalu ada anak kecil yang mengajak saya ‘battle’ dan sifat buruk saya pun keluar: meremehkan lawan. Dia memang tidak lebih baik dari saya namun hampir menyamai - dan untuk seusianya ia kelak pasti akan lebih hebat dari saya. Dia hanya ‘kalah telak’ ketika saya paksa dia (dan saya berbaik hati memasukkan 2 koin untuknya) memainkan mode Step Step Revolution (SSR) yang menyediakan mode teramat sulit, ribed, njlimet dan mumet - namun sangat menyenangkan, dan melelahkan juga - tentu.
Hari ini saya mendampingi adik-adik English Club SMAN 5 saya bertanding di BBC, walau bangun dengan paha sakit hingga saya menuliskan blog ini. Dan nampaknya harus saya akhiri karena saya belum ‘apel siang’ sedangkan waktunya sudah habis.. Semoga Ia mau memaafkan saya dan menerima apel saya..
NB.
Saya jadi mengetahui bagaimana taktik yang sudah rapi dirancang bisa tiba-tiba saja berantakan dan main sekenanya ketika kita dalam tekanan lawan terus menerus sedangkan tuntutan membuat gol sama menekannya, hal yang sama yang terjadi pada timnas sepakbola senior kita di ajang Piala Asia AFC 2007 ketika menghadapi Korea Selatan.
Dari dulu, kesalahan mendasar (atau mereka mau beralasan itu ‘ciri khas’ permainan mereka?!) penampilan Timnas Sepakbola Senior kita adalah umpan-umpan jauh dari tengah — bahkan belakang! — langsung ke target man di depan. Mending akurasinya bagus, tinggi tubuh memadai, dan lawan cemen.. Jika situasi yang dihadapi kebalikan dari itu semua, masa iya mau dipertahankan?!
Saya memang jarang hadir di stadion; kadang uang terlalu ’sayang’ untuk digunakan membeli tiket yang jarang tersimpan untuk kenang-kenangan itu.. Namun saya sangat setia menyaksikan dari televisi dan mengikuti perkembangannya dari media. BAHKAN: saya mengirim puluhan pesan singkat kepada siapa saja hanya untuk tidak melewatkan aksi siaran langsung mereka di televisi! Tapi tetap saja mereka masih ‘mengecewakan’ saya hingga kini..
Timnas terbaik kita — secara penampilan — hanya pada Tiger Cup terakhir (2005) dimana Boaz tampil dengan sungguh ‘buas’nya. Sungguh membanggakan timnas kita saat itu; bahkan banyak yang tidak ‘biasa’ menonton sepak bola nasional ikut menyaksikan perjuangan mereka tersebut..
Bukan salah pelatih (semata).. Saya lihat ada faktor mental bermain di sini. Ketika bertemu Olympic Finland di turnamen piala BV-Vietnam kemarin (19/11), anak-anak bermain tanpa kemauan (baca: ngotot) dan, lagi-lagi, mengandalkan umpan-umpan ‘tak masuk akal’ serta jebakan ofsaid ’setengah hati’! Ah ya, satu kesalahan mendasar lagi adalah: mereka sering berjalan kaki di lapangan.. Sungguh menakjubkan, bukan?!
Gol-gol-pun tercipta..: hasil akhir 0-5! yah, at least masih lebih baik dari junior mereka (U-23) yang kalah telak 0-6 dari U-23 Iraq sehari sebelumnya di Doha, Qatar. Ini ajang seleksi, memang. Namun, jika permainannya saja masih seperti ini.. lupakan Piala Asia nanti!
Yah.., andai saja pemain kita mau!
–
pk.2 pagi gue keluar rumah.., n dengan bersepeda santai menuju warnet baru di bilangan Empu-empuan deket ma kantor kelurahan.. denger dari mamet siy, trus tadi malem kebetulan liat pas lewat.. jadi seklaian aja ‘ngetes’ 24 jam kagak ni warnet.. n sekalian juga nunggu waktu sahur (buat puasa syawal yang memasuki hari ke-3). ternyata warnetnya mank (masih) buka.. ownernya orang Batak gitu.. eh bukan, bukan masalah Bataknya.. tapi waktu gue baru masuk n duduk dengan manis di depan monitor Samsung SyncMaster 793SG, sudut mata kiri gue (yang mank udah juling..) nangkep dua orang cowo yang duduk di server berangkulan!! hmm.. mana yang duduk di sebelah kiri gue (kayaknya owner-nya juga, or maybe temen si owner) buka gambar-gambar ‘gitu’ lagi..! dari friendster juga, jadi liat profil+foto cewe gitu.. bukan apa-apa,, gue kan juga pengeeeeeen… =D jadi deh gue ‘CCP’ ke arah monitor dia nyari nama tuh profil.. dapet sih, cuma mana gue tau dia lokasinya di mana..? udahlah, mo puasa, juga! ;>
–
hmm.., gue males di rumah terus ga jelas.., tapi kayaknya gue juga ‘gerah’ berada di kampus! gue bener-bener ga cocok ma kehidupan kampus!! biar mampus!! (hehe.. biar ber-rima aja, koq!) maunya cuti dulu setaon, biar dapet temen anak 2006 aja.. tapi MO NGAPAIN LO?? kalo nganggur di rumah aja mah sama juga bo’ong!
yah, jalanin aja lah..
–
btw, dua hari lalu gue beli buku biografi James Yee gitu.. judulnya For God and State (kalo’ ga salah - koq gue lupa, yah?!). ga nyampe 24 jam (kalo yang di’itung cuma waktu yang gue perlukan buat membaca tuh buku), 333 lebih halaman habis gue santap. atau kurang dari 2 hari (alias tadi malem) gue khatamin tuh buku. hmm.., bukunya buagus (hehe.. komentar basi, biz udah jam 3 ga bisa panjang-panjang lagi bahas tuh isi buku)!! nampaknya sepertinya dan kelihatannya gue mesti rajin-rajin baca ‘buku bagus’.., namun (sayang) buku yang masuk kategori ini harganya … hmm… makanya kemaren begitu dapet duit jajan 2 bulan — selain langsung buat bayar tagihan Matrix yang juga udah 2 bulan blon dibayar — gue langsung hunting buku ke gramed supermal..
–
udah jam tiga. that’s mean gue mesti siap-siap cabut kalo ga mo ketinggalan sahur. duh, mana sebelah gue ngerokok lagi!! oh ya ngomong-ngomong soal rokok, gue lagi nyiapen ‘kampanye anti rokok’ & ‘hargai makanan dan/atau minuman’ neh..! dukung yaa..
–
Ya Allah,, mpe’ lupa, napa gue ngasih judul blog-nya itu..? tadi gue ‘ga sengaja’ ngapus folder ‘pro’ yang isinya foto-foto experimen gue pake SGH X700i selama ini!! ada puluhan foto di sana.. sialnya gue ngasih perintah ‘Shift Delete’ so ga ditampung di tampungan daur ulang, deh..! =,( tapi gue harus ‘bangkit’, coz gue harus bisa bikin yang lebih bagus daripada foto-foto sebelumnya!!